Dua Ciri yang Dimiliki Murai Trotolan Jantan dan Betina

Murai Batu – Murai trotolan adalah anakan murai yang masih berumur sekitar dibawah 4 bulan (sebelum masa mabung pertama) untuk lebih jelasnya silahkan baca postingan saya sebelumnya untuk membedakan jenis anakan murai (baca : perawatan anakan murai dari piyik hingga trotolan). 

Murai trotolan merupakan murai yang sangat ramai diperjual belikan. Selain harganya yang masih lumayan murah,  merawat murai dari trotolan merupakan tantangan sendiri bagi kicau mania untuk membentuk murai berkualitas pada saat dewasa nanti apalagi murai jantan.

Kalau murai batu sudah menginjak masa mabung pertama namanya bukan trotolan lagi melainkan murai muda, untuk membedakan antara jantan dan betina juga sangat mudah. Biasanya jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan memiliki ekor yang panjang, sedangkan betina sebaliknya ekornya lebih pendek dan tubuh lebih kecil.

   
Lalu bagaimana membedakan jenis kelamin murai pada saat masih trotolan?
Dari segi fisik murai trotolan jantan dan betina hampir sama terutama warna serta ukuran tubuh. Tapi jika diperhatikan lebih seksama ada perbedaan juga kok antara murai trotolan jantan dan betina

Sebenarnya cara mudah memprediski murai trotolan jantan dan betina adalah dengan melihat 2 ciri khusus yang dimilikinya, berikut ulasannya :

Murai trotolan jantan
Yang paling menojol dari murai trotolan jantan adalah pada bagian warna trotol pada bagian leher. Dibagian bawah paruh (tulang rahang kanan dan kiri) diselimuti bulu warna hitam dan dibagian tengahnya ada warna trotol kuning terlihat besar-besar. Kemudian wajah trotolan jantan lebih besar.

diprediksi jantan
Murai trotolan betina
Untuk murai trotoaln betina warna pola trotolnya cenderung samar dan tidak kontras, warna sekitar paruh abu-abu, wajah cnederung lebih kecil.

diprediksi betina
Cara membedakan murai trotolan diatas hanya prediski saja, jujur saja kedua trotolan jantan dan betina secara fisik hampir mirip. Ya namanya juga prediksi pasti ada kalanya meleset, kalau sudah ahli dalam memprediksi mudah-mudahan aman dalam memprediksinya hhehe.

Terima kasih semoga bermanfaat :-)
referensi : kaskus.co.id forum "murai batu mania" 
gambar : google image | kaskus.co.id

Murai Batuk / Pilek saat Musim Pancaroba

Murai Batu Pilek - Musim pancaroba adalah peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan atau pada musim hujan ke musim kemarau. Akhir-akhir ini sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami musim ini, kadang siang hari terasa sangat panas namun tiba-tiba cuaca berubah ketika terjadi hujan lebat dan udara menjadi terasa dingin. Perubahan suhu seperti ini banyak berpengaruh pada tubuh, seperti manusia burung juga mengalami hal yang sama. Karena tubuh burung akan berusaha menyesuaikan suhu disekitarnya yang berubah drastis maka saat itu pula daya tahan tubuh burung diuji, kalau tidak kuat maka yang terjadi sudah pasti adalah burung drop karena diserang virus.

Suhu yang sering berubahh akan menyebabkan virus dan bakteri lebih cepat berkembang biak, jenis virus yang sangat sering dijumpai pada burung adalah virus influenza. Virus influenza pada burung akan menyebabkan peradangan dan mengakibatkan burung seperti batuk/bersin dan sering mengeluarkan lendir pada lubang hidung. Virus influenza juga mengakibatkan performa burung menjadi drop kadang hanya diam saja jikapun ngoceh paling cuma ngeriwik saja, jika burung memaksakan mengeluarkan suara sedikit kencang hal yang terjadi adalah burung sesekali akan batuk-batuk. Hal seperti ini sering terjadi pada burung murai, kicau mania sering menyebutnya dengan "murai batuk-batuk".

murai flu
Jika terjadi hal seperti ini pada murai anda penyebab utamanya tidak lain tidak bukan karena daya tahan tubuh murai menurun saat terjadi perubahan cuaca yang terlalu drastis. Tapi bukan hanya perubahan cuaca yang menyebabkan daya tahan tubuh murai melemah, bisa juga disebabkan oleh hal lain seperti murai kelelahan, pada masa mabung, atau stress.

Jika murai anda sudah terjangkit virus seperti ini hal yang dapat anda lakukan adalah:
  • Pindahkan kandang  keruangan  yang lebih tertutup, kalaupun anda tidak mempunyai ruang tertutup maka kerodong kandang sangat dianjurkan agar perubahan suhu disekitar burung tetap stabil.  
  • Jika anda memiliki banyak burung maka pisahkan antara burung yang sakit dan yang tidak agar virus tidak menyerang burung lain
  • Hidari penjemuran apalagi pemandian burung 
  • Bisa dipasang pengahangat jika cuaca mendadak dingin atau letakkan kandang didekat lampu ruangan, suhu lampu bisa menghangakan burung.

Tips lain :
Pengobatan secara medis,
Berikan obat yang ada dipasaran untuk kasus burung terjangkit flu (bukan flu burung ya), baca aturan pakai sesuai petunjuk.

Perawatan harian,
Berikan pakan full nutrisi yang segar dan air minum ditambah vitamin. Selain itu selalu jaga kebersihan kandang, tempat makan dan minum juga harus selalu bersih. Stop penjemuran dan pemandian burung dan sering-sering kerodong kandang.

Terima kasih semoga bermanfaat :-)

Referensi : kicaumania.or.id 
gambar : google image 

Mitos Seputar Penjemuran Burung

Fungsi Penjemuran Burung – Dari zaman SD pasti anda sering mendengar bahwa berjemur pada sinar matahari pagi merupakan sumber vitamin D, hal itu memang sepenuhnya sangat benar. Sinar matahari pagi merupakan sumber vitamin D yang bisa ditemukan seacara alami dan gratis, sinar matahari pagi mengandung setidaknya 80% dari sumber vitamin D yang diperlukan tubuh. Begitu juga dengan burung, burung memerlukan vitamin D yang berfungsi sebagai penyerapan kalsium pada tulang sehingga dapat mencegah rakitis. Selain itu penjemuran pada burung juga dapat membunuh jamur yang melekat pada bulu burung serta sangkar burung, serta dapat membuat tubuh burung menjadi hangat.

Semua burung sebenarnya memerlukan penjemuran, tapi sebaiknya jangan terlalu lama melakukan penjemuran karena dapat merusak bulu (bulu menjadi mengkerut dan keriting) dan juga membuat burung tidak nyaman. Sebaiknya menjemur burung sewajarnya saja, antara jam 6-7 pagi dimandikan terlebih dahulu lalu dijemur hingga jam 8 pagi. Penjemuran terutama pada pagi hari juga diyakini dapat meningkatkan metabolisme burung kicauan.

penjemuran burung


Mitos-mitos seputar penjemuran burung
Beberapa mitos/pembicaraan yang sering terdengar seputar penjemuran burung antara lain sebagai berikut :
Penjemuran dapat mengurangi kegemukan?
Jawab : Bisa jadi
Alasan : Saat burung dijemur burung akan merasa panas dan membuat kehausan sehingga akan membuat burung lebih banyak minum daripada makan (omkicau.com)
Penjemuran dapat membakar lemak?
Jawab : Mitos
Alasan : Sinar matahari tidak dapat menyebabkan pembakaran lemak, cairan yang dikeluarkan burung ketika dijemur merupakan cairan air / keringat (omkicau.com)
 Penjemuran akan membuat burung lebih gacor?
Jawab : Bisa jadi
Alasan : Burung akan gacor atau rajin berbunyi jika burung tersebut sehat, sehat fisik dan sehat mental. Salah satu penunjangnya adalah penjemuran burung yang dapat memberikan sumber vitamin D (kicaumania.or.id)
 Lebih baik penjemuran pagi hari atau sore hari?
Jawab : Pagi hari
Alasan : Jika penjemuran dilakukan setelah burung dimandikan ditakutkan jika dilakukan penjemuran pada sore hari bulu burung belum sepenuhnya kering hingga bagian bulu-bulu halus bagian dalam. Sehinga dikhawatirkan akan menyebabkan burung kedinginan pada malam harinya. (ngasih.com)
Perjemuran pada siang hari akan merusak bulu?
Jawab : Bisa jadi
Alasan : Penjemuran yang terlalu lama apalagi pada siang hari dapat menyebabkan zat lilin pada pangkal bulu menjadi keras dan kering sehinga akan menyebabkan terganggunya pertumbuhan bulu terutama bulu ekor  (kicaumania.or.id)
Penjemuran setelah diamandikan atau sebelum?
Jawab : Bisa dua-duanya jika penjemuran/pemandian pada pagi hari
Alasan : Tidak ada perbedaan mau dimandikan atau dijemur terlebih dahulu, tapi jika dilakukan penjemuran terlebih dahulu pastikan burung diangin-anginkan dahulu sebelum dimandikan agar suhu tubuh burung menurun. (omkicau.com)
Demikian hal-hal seputar penjemuran burung semoga bermanfaat :-)
Referensi : manfaatnyasehat.com | omkicau.com | kicaumania.or.id | ngasih.com
gambar : google image

Merawat Pertumbuhan Ekor Murai

Murai Batu – Selain ocehan dan kelincahannya, hal lain yang membuat murai batu terlihat indah adalah bulunya, terutama bulu ekor. Bulu ekor menjadi salah satu faktor penting  keindahan murai, apalagi murai sering memainkan ekornya (ngeply) saat sedang fighting. Memaikan ekor juga merupakan faktor penilaian saat murai dalam perlombaan.

Panjang dan indah merupakan idaman bagi semua pemilik murai, tapi untuk memiliki murai dengan ekor panjang dan indah tentu perlu usaha untuk merawatnya. Ekor murai mengalami siklus pemanjangan setelah masa mabung, pelepasan bulu ekor merupakan proses terakhir masa mabung untuk berganti dengaan bulu ekor yang baru yang lebih panjang. Pemilik murai banyak yang mengangap proses mabung telah selesai setelah semua bulu telah berganti dan hanya tinggal menunggu proses pertumbuhan ekor saja, padahal sebenarnya penumbuhan bulu ekor masih merupakan masa mabung jadi seharusnya perawatan masih sama seperti pada masa mabung. Bahkan waktu inilah yang sangat tepat untuk merawat ekor murai agar tumbuh maksimal.

murai ekor panjang
Efek yang bisa ditimbulkan jika perawatan pada masa ini tidak maksimal seperti : ekor mudah rusak, bercabang, memiliki panjang yang berbeda, atau ekor malah semakin pendek daripada sebelum mabung. Nah untuk mencegah hal-hal tersebut perawatan saat pertumbuhan ekor sangatlah diperlukan, berikut saya jelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan agar ekor murai dapat tumbuh sempurna :

ekor pendek
Pemberian Pakan
Yang harus pertama diperhatikan adalah asupan protein pembentuk bulu. Sama seperti pada rambut manusia protein pembentuk bulu pada murai disebut keratin.  Keratin termasuk dalam keluarga protein yang fungsinya menyusun lapisan kulit dan merupakan materi dasar pembentuk bulu dan kuku. Keratin sendiri merupakan zat yang dibentuk oleh asam amino dan polipeptida. Jadi, peningkatan asam amino dapat meningkatkan pertubuhan bulu pada murai. Sumber asam amino dapat diperoleh dari EF murai seperti jangkrik, kroto dll.  Berikan 4-5 ekor jangkrik setiap pagi dan sore hari serta berikan kroto 2-3 kali seminggu.

Penjemuran
Jangan melakukan penjemuran setiap hari pada murai, cukup beberapa kali seminggu saja dan dilakukan pada waku pagi hari. Katanya proses penjemuran yang terlalu lama apalagi dilakukan pada siang hari dapat menyebabkan zat lilin pada pangkal ekor murai menjadi kering dan keras sehingga pertumbuhan ekor akan menjadi terganggu.

Dipaksa Tarung
Seperti yang saya jelaskan tadi murai akan memainkan ekornya saat bertarung. Nah jika terlalu sering memainkan ekor saat masih terjadi proses pertumbuhan bulu maka tidak menutup kemungkinan ekor malah tumbuh semakin pendek.

Parasit/tungau
Serangan parasit/tungau dapat menghambat pertumbuhan bulu, selalu bersihkan kandang murai agar terhindar dari serangan parasit/tungau.

ekor patah
Bagaimana dengan kasus ekor murai patah/putus?
Ekor murai yang patah/putus memang sangat menggagu saat dipandang, kadang juga membuat kita galau apakah ekor akan kita biarkan saja atau dicabut. Dua-duanya bisa dilakukan tapi jika menurut anda ekor patah sangat menggaggu mendingan dicabut saja, tapi kalau mau mencabut ekor lihat dulu jadwal siklus mabung murai. Jika baru selesai mabung sebaiknya cepat-cepat dicabut agar dapat berganti dengan ekor baru, tapi jika belum memasuki masa mabung sebaiknya dibiarkan saja pasti akan berganti sendiri pada masa mabung.

Terima kasih semoga bermanfaat
Referensi : kicaumaia.or.id forum: murai batu | omkicau.com
Gambar : google image

Penyebab Murai Batu Ngebatman

Murai Batu – Sering mendengar kasus murai batu ngebatman atau istilah lainnya ngelowo,  isitilah tersebut sering diberikan jika perilaku murai batu terlihat membuka sayap dan ngejeruji di kandang. Selain itu dalam kasus ngebatman murai hanya akan mengeluarkan suara kecil atau hanya ngeriwik saja. Kasus seperti ini sering terjadi pada saat dalam acara kontes atau perlombaan, coba sesekali  lihat kontes perlombaan murai batu dan buktikan sendiri  pasti ada saja kasus seperti ini. Dalam kasus ngebatman dalam perlombaan biasanya disebabkan karena murai kalah mental / down.

Tidak hanya kalah mental dalam perlombaan yang menyebabkan murai ngebatman, bahkan murai yang hanya dijadikan peliharaan dirumah saja kasus tersebut juga sering terjadi. Perilaku tersebut memang merupakan hal alamiah pada burung murai batu, sepertinya juga belum dijumpai penjelasan ilmilah yang menjelaskan perilaku tersebut.

Katanya kasus ngebatman ini ada dua macam. Pertama nglowo (ngembang bulunya) karena memang kalah mental, kasus ini dijumpai diperlombaan kalah mental dan ngembangin bulunya. Yang kedua yaitu  ngebatman (sayap turun ngembang dikit) kasus ini ditandai karena over birahi, ditandai juga dengan suara-suara kecil (ngriwik).

Berbagai pengalaman pemilik murai batu juga tidak sama antara satu dengan yang lainnya dalam hal penyebab terjadinya murai ngebatman. Jadi yang dapat anda lakukan adalah mengenali murai anda dengan baik dan mencegah hal yang dapat  memicu timbulnya kasus ngebatman tersebut.

ngebatman

Dalam berbagai kasus yang didapat dari banyak pemilik murai batu faktor  yang dapat meyebabkan ngebatman akan saya bahas satu persatu berikut ini :

Kalah mental/down
Hal ini sering terjadi karena usia murai yang terlalu muda yang dipaksa untuk  dipertarungkan. Murai muda cenderung akan kalah saing dengan murai yang lebih senior dalam hal mentalnya, bahkan sebaiknya jika anda memiliki murai muda  dirumah hindarkan memaster dengan jenis petarung besar karena akan membuat mentalnya malah semakin loyo (baca : tips memaster muraibakalan )

Over Birahi
Birahi disebabkan karena perberian EF pada burung, settingan pemberian EF yang berlebihan dapat menyebabkan burung over birahi. Sebaiknya pemberian EF disesuaikan dengan kebiasaan murai (setiap murai berbeda) ,kalau saya normalnya pemberian EF jangkrik 3 pagi 3 sore dan kroto 2 kali seminggu.

Keadaan mabung
Ngebatman juga bisa terjadi jika murai dalam siklus mabung, bisa saat mau memasuki mabung, saat mabung  atau beberapa hari setelah mabung (baca : perawatan murai mabung)

Murai dalam kondisi tidak prima
Murai  yang sedang dalam kondisi tidak prima, sehingga murai tersebut  ngebatman untuk menakuti atau memperingati lawannya agar tidak mendekat.  Biasanya murai  ini ngebatman di tempat atau di dasar sangkar.

Terima kasih semoga bermanfaat

Referensi : Grup Fb : hobi burung dan penangkaran (tangerang-banten) | kicaumania.or.id  forum : murai batu 
Gambar : google image

Tips Memilih Murai Batu yang Baik

Murai batu – Membahas burung yang saat ini mejadi pamor dan diandrung-gandrungi menjadi rajanya burung kicauan ini memang tidak ada habisnya. Apalagi dengan adanya lomba-lomba khusus murai batu yang banyak diselengarakan di berbagai daerah di Indonesia,  harganya bisa mencapai selangit jika sudah memiliki beberapa sertifikat perlombaan.  Burung yang masuk dalam keluarga Turdidae ini memang memiliki suara berkicau yang baik dan merdu, selain itu yang menjadi semakin digemari kicau mania adalah gaya bertarungnya yang sangat atraktif.

Bagi anda yang baru mengenal murai batu mungkin agak sulit membedakan murai batu yang baik dan berkualitas. Apalagi ada saja orang dipasaran yang mungkin memberikan harga selangit jika pembeli  tidak teliti dalam membeli murai. Nah maka dari itu berikut saya berikan tips untuk mempermudah anda memilih murai yang baik jika anda ingin membeli murai dipasaran, berikut cirri-cirinya :

Bentuk Fisik
  • Pertama perhatikan bentuk mata, murai sehat memiliki bentuk mata bulat sempuna dan tidak memiliki selaput putih pada bola mata. Selaput putih pada murai atau burung lain bisa disebabkan karena burung memiliki katarak
  • Bentuk paruh, paruh murai baik memiliki pangkal yang lebar besar dan lebar. Jika anda menemui murai berparuh bengkok itu biasanya murai yang kurang mineral.
  •  Postur badan, pilihlah murai dengan postur badan yang ramping dan memiliki leher yang panjang
  •  Ekor, memiliki panjang ekor yang sama atau melebihi panjang tubuh murai. Pilih juga ekor yang  agak lentur
  • Bulu. Murai batu memiliki bulu dada bewarna coklat kekuningan pada bagian dada, biasanya semakin kuning semakin bagus. Kemudian memiliki bulu bewarna hitam semi biru tua sedikit pada bagian lain.
  •  Sayap dan kaki yang mengepit rapat dan mencemkram kuat

Perilaku
  • Pilihlah murai yang memiliki nafsu makan besar, bahkan tidak takut makan ketika diloloh dengan tangan. Biasanya ini merupakan murai dengan mental kuat
  •  Lincah dan selalu atraktif, jangan pilih murai yang hanya diam dipojokan seperti jomblo galau hhehe
Terima kasih semoga bermanfaat
referensi : omkicau.com
gambar : google image

Merawat Anakan Murai dari Piyik hingga Trotolan

Murai batu - Sebelumnya saya sudah memuat tulisan tentang reproduksi murai penangkaran dari mulai masa kawin murai sampai bisa diambil anakannya (baca : perkiraan waktu reproduksi murai ) tak lengkap rasanya kalau hanya memberikan tips sampai memetik anakannya saja. Kali ini saya akan melanjutkan tulisan tersebut, sekarang saya akan memberikan tips cara merawat anakan/piyikan murai yang baru diambil dari induknya.

Sebenarnya anda tidak perlu repot merawat piyika murai dan menyuapinya sendiri , yaitu dengan cara membiarkan indukan merawat anaknya sendiri sampai masa anakan siap meninggalkan sarang. Hal ini yang saya terapkan pada ternak lovebird saya dirumah, panennya saat anakan sudah bisa keluar dari sarang. Tapi saya tidak mau mengambil resiko banyak kalau mau menerapkannya pada murai, alasannya karena agresivitas murai sangatlah tinggi, indukan bisa saja menyakiti anakannya sendiri tanpa alasan yang jelas. Lha wong anakan yang saya ambil 5-7 hari setelah menetas saja banyak yang cacat gara-gara disakiti induknya sendiri kok hemmmt..

Perkiraan Waktu Reproduksi Murai Penangkaran

Murai Batu - Tips cara berternak murai sudah saya bahas (baca : bertenak murai ), cara menjodohkan murai juga sudah (baca : tips menjodohkan murai ) sekarang saya akan membahas tentang berapa lama proses reproduksi murai sampai menghasilkan anakan. Yang saya bahas kali ini adalah kisaran waktu yang dibutuhkan indukan murai untuk menghasikan anakan, indukan disini merupkan pasangan yang memang sudah jodoh dan siap reproduksi di kandang penangkaran, jadi buat yang murainya belum ada jodoh silahkan baca dulu cara menjodohkan murai ya hhehe.

Ketika murai jodoh dan sudah ditempatkan di kandang penangkaran tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai pada masa pengeraman. Pada saat seperti ini (sebelum bertelur) berikan EF agar menambah birahi murai dan cepat bertelur. Biasanya juga masa seperti ini jantan akan membuat sangkar untuk betinanya, berikan ranting dan daun-daunan kering agar dapat menjadi bahan membuat sangkar untuk induk jantan.

Stop Membeli Murai Batu Hutan !!

Murai Batu – Kepunahan murai batu di Indonesia sudah memasuki masa kritis, daerah penyebaran murai seperti: Sumatera , Kalimantan, Jawa dll menunjukkan penurunan populasi burung murai setiap tahunnya. Bahkan di pulau jawa jenis murai batu jenis jawa sudah sangat jarang ditemui keberadaannya. Penyebab terjadinya kepunahan murai batu tidak lain tidak bukan karena adanya perburuan dan perdagangan secara illegal. Perburuan liar akan selalu ada karena permintaan burung murai batu hutan di berbagai wilayah masih tinggi dan belum ada tindakan nyata dari aparat yang berwajib untuk mengatasinya.

Perdagangan murai batu ilegal
Meskipun murai batu adalah termasuk satwa yang dilindungi undang-undang tapi pada kenyataannya perdagangan murai batu hutan masih banyak dan selalu ada di setiap pasar burung diberbagai wilayah di Indonesia. Jika hal ini terus dibiarkan terjadi maka rusaknya ekosistem hutan dan punahnya murai batu mungkin tidak akan terhindari untuk  beberapa tahun kedepan.

Perburuan liar murai batu
Langkah mengatasi kepunahan murai batu liar
Pemburuan murai liar dihutan semakin marak seiring dengan permintaan murai batu hutan di pasaran. Jadi pegawasan dan kepedulian banyak pihak harus ditingkatkan untuk mengurangi perdagangan murai hutan . Semakin berkurangnya permintaan secara otomastis pemburuan liar bisa berkurang dengan sendirinya. Jadi perlu adanya himbauan bagi masyarakat untuk tidak membeli murai hutan dan adanya hukuman yang nyata bagi penjual murai hutan dipasaran.

Perburuan liar murai batu
Stop membeli murai hutan! Belilah murai penangkaran!
Murai hutan adalah murai yang ditangkap secara liar dihutan (biasanya di hutan sumatra) kemudian diselundupkan dan dijual diberbagai kota di jawa. Dari segi kualitaspun murai hutan termasuk jenis murai yang tidak bagus karena memang pada  dasarnya murai ini bukan burung peliharaan.
Murai penangkaran, yaitu jenis murai yang memang dibudidayakan untuk dijadikan burung peliharaan. Ciri-ciri yang paling gampang adalah adanya tanda  cicin/ring yang ada di kakinya yang bertuliskan identitasdari peternak murai tersebut. Murai penangkaran memiliki kualitas diatas murai hutan dari segi fisik dan mentalnya yang sudah biasa dengan manusia sejak murai masih bakalan. Harganya juga jauh diatas murai hutan, inilah sebab mengapa murai hutan masih ada laku dipasaran karena selisih harga murai yang terlalu tinggi sehingga banyak masyarakat yang membeli jenis murai hutan untuk dipelihara.

Jadi jika anda adalah seorang kicau mania dan pecinta burung kicauan maka jangan beli murai hutan, selamatkan ekosisitem murai liar di Indonesia agar murai bisa terus lestari dan dan tetap terjaga. Salam kicau mania

Sumber gambar : google image

Cara Terbaik Menjodohkan Indukan Murai

Menjodohkan Murai –  Berternak murai merupakan usaha yang menjanjikan untuk saat ini seiring dengan banyaknya peminat murai diberbagai kota. Hal ini merupakan dampak dari pecinta burung kicauan yang semakin ramai diberbagai daerah di Indonesia. Ada dua jenis murai dipasaran dari segi asal-usulnya, yaitu murai hutan dan murai hasil penangkaran.  Murai hutan merupakan murai yang illegal untuk diperjual-belikan jadi saya sarankan untuk tidak membelinya. Dari segi kualitas, murai hutan juga kalah dibanding murai penangkaran karena pada dasarnya murai hutan bukanlah jenis burung peliharaan.

Kembali ke topik jadi yang pertama yang harus dipelajari dalam berternak murai adalah menjodohkan bakalan calon indukan murai. Menjodohkan murai bukanlah suatu hal yang mudah, bahkan untuk pakar ternak murai sekalipun juga perlu ketelitian dalam memilih indukan dan menjodohkan murai agar nantinya bisa menghasilkan keturunan yang berkualitas.